Emosi,
adalah penyebab dari kemarahan sesorang. Dalam kemarahan tersebut seseorang
merasa ingin melampiaskan amarahnya dengan suatu tindakan yang tidak
diinginkan. Dan penyebab pertikaian yang membuat konflik diantara lebih dari
satu orang adalah kebencian, iri, dengki, dendam, pengadu dombaan dan
pemfitnahan oleh salah satu sumber serta kecemburuan dan lain sebagainya.
Dan
salah satunya yang kini marak terjadi di sekitar kalangan kita adalah tawuran
oleh para pemuda, baik pelajar atau remaja lainnya. Perkelahian antarpelajar dan antarmahasiswa sekarang jauh lebih
ganas dibanding yang terjadi masa silam. Apabila pelajar dan mahasiswa di era
sebelumnya malah bangga menyelesaikan persoalan dengan perkelahian tangan
kosong satu lawan satu, era sekarang justru berubah menjadi perkelahian massal.
Beraninya main keroyok, saling serang secara ramai-ramai. Tidak hanya itu,
sekarang perkelahian bukan lagi dengan tangan kosong, tetapi berbekal berbagai
senjata tajam seperti clurit, golok, badik, pedang, gir sepeda, bahkan panah,
dan air keras.
Mereka yang terlibat tawuran sudah
tidak memikirkan apa-apa lagi selain apa yang harus dikerjakan saat perkelahian
itu, yaitu mengandalkan ego per individu untuk menghabisi lawannya. Bisa jadi
persoalan timbul dikarenakan kurangnya ruang publik dan kreasi untuk remaja.
Sungguh memprihatinkan, dimana para
calon pejuang bangsa Indonesia???
Yang jelas perlu
adanya tindakan tegas untuk memberantas perkelahian yang marak terjadi di
masyarakat, terutama di kalangan pelajar, pemuda pemudi bangsa Indonesia.
.jpg)
